Memperbaiki Kondisi Bangsa Indonesia

Posted on April 11, 2009
Filed Under Uncategorized | Leave a Comment

Pemilu 2009 untuk memilih calon legislatif telah selesai dilakukan dan untuk putaran pilpres sebentar lagi dilaksanakan, hasil perhitungan cepat telah memastikan partainya SBY yaitu Demokrat sebagai kampium dan mendapatkan persentase mayoritas di parlemen, hasil resminya pun diperkirakan tidak akan jauh berbeda.

Pilpres yg sebentar lagi dilaksanakan diperkirakan akan menghadirkan muka-muka lama,dari SBY, Megawati dan Jusuf Kalla. Sebagai kuda hitam ada nama Hidayat Nur Wahid, Wiranto dan Prabowo. Dari sekian nama diatas, nama SBY yang paling dijagokan. Partai-partai lain hanya menunggu pinangan untuk koalisi.

Siapapun presiden yang menjadi pilihan rakyat, rakyat menanti sebuah HARAPAN, janji-janji kampanye harus dibuktikan, semua propaganda pro rakyat harus direalisasikan. Sampai sejauh ini rakyat Indonesia masih menaruh harapan dari pemilu ke pemilu, dari presiden ke presiden. Kesabaran rakyat Indonesia untuk sebuah kehidupan yang baik begitu besar, salut untuk rakyat.

Masalah yang dihadapi bangsa Indonesia dari zaman ke zaman adalah bukan pada masyarakatnya. Wong cilik tidak bisa disalahkan, yang bersalah pastilah pada pimpinan. Pimpinan dalam hal ini adalah presiden dan pembantunya, parlemen, yudikatif, kepolisian dan TNI. Bukan hanya di Indonesia, di seluruh dunia saat ini terjadi krisis kepemimpinan, semuanya
GAGAL.

Lalu apa yang menjadi jalan keluarnya? Tuhan Yang Maha Esa adalah TUHAN yang baik, tentulah ketika kita mempunyai pengharapan, di situ kita disediakan jalan. Mungkin secara frontal tidak kita bisa saksikan perubahan, harus ada yang memulainya. Di area ini, kita butuh sedikit kesabaran.

Perubahan yang terbaik harus dimulai dari diri sendiri, percuma memberikan kritik (seperti halnya kampanye2 capres di TV) tanpa memberikan jalan keluar. Kita sudah bosan dengan kritik. Ketika setiap pribadi demi pribadi dirubah, maka dampak selanjutnya adalah lingkungan terkecil seperti keluarga akan dirubahkan. Perubahan yang kontinyu akan menyentuh level yang lebih luas lagi, mulai dari RT, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten dan kemudian Provinsi. Setelah itu, negara akan dirubahkan.

Implementasi yang paling nyata adalah di lingkungan keluarga. Setiap pribadi menyadari tanggung pribadinya sendiri dan mempunyai rasa takut akan TUHAN. Tanpa rasa takut akan TUHAN, manusia akan bertindak tanpa HUKUM. Ketika manusia tidak memiliki standard, maka semua dihalalkan. ketika semua dihalalkan, hak orang lain dilibas, dan distorsi-distorsi lainnya akan mengikuti, manusia akan menjadi pemangsa manusia lainnya. Dan ketika hal ini terjadi, pada ekses selanjutnya adalah negara akan kacau, bahkan akan berdampak pada dunia.

Kesimpulannya adalah, untuk memperbaiki kondisi bangsa, perbaiki setiap individu, toh pada akhirnya, semua orang akan bertanggungjawab kepada SANG PENCIPTANYA.

Comments

Leave a Reply